Saturday, November 25, 2017

Aliran Rasa Ilmu Komunikasi Produktif Game Level 1


Sungguh....10 hari menjalani tantangan pada game level 1 di kelas bunda sayang IIP bagai naik roller coaster bagi saya. Betapa tidak, jagoan kesayangan bunda yang kini genap berusia 10 tahun menjadi partner central dalam mengimplementasikan ilmu komunikasi produktif ini benar-benar mengajak saya pada deg-degan tingkat dewa. Dialah buah hatiku yang menjadi "kelinci percobaan" pertama ilmu komprod ini. Sebab, bagi saya indikator pertama dalam list keberhasilan ilmu komprod ini adalah meminimalisir "ketegangan" daya dan jagoan saya.

Sungguh....ilmu komprod yang disajikan di kelas ini bak "ajimat" dalam melunakkan ketegangan diantara kami. Benang merah yang dapat saya ambil dari ilmu komprod ini yang paling utama yaitu berfikir positif terhadap apapun yang anak lakukan, tidak tergesa "menjudge". Baru jika kita sudah bisa berdamai dengan diri maka berkomunikasi dengan anak juga akan "empuk". pertama adalah stabilisasi emosi sang bunda. Kedua, intonasi suara. Ketiga, pemberian pujian yang proporsional. Ah...ilmunya daging semua....

Sungguh....mereguk ilmu di game level 1 ini benar-benar membuat mata semakin terbelalak dan semakin haus terasa...semakin diri merasa kerdil namun kekerdilan itu membuat diri semakin bersemangat untuk do better and better...ah...speecless....

Last but not least...
Kuhatur syukur yang tiada terkira pada rabbku yang Maha Segalanya, terimakasih tak terhingga pada paksu,partner hidupku dunia&akhirat (aamiin), sayang yang semakin tiada bertepi pada buah hati belahan jiwa bunda. Terima kasih kepada teh Maesaroh, fasil kelas bunsay batch#3 serta teman rasa saudara di kelas ini yang terus tanpa lelah memberikan semangat untuk diri terus belajar tanpa henti. Ah...I am so proud tobe part of you all..

Huallahua'lam bishawwab..

Kota Angin, 25112017

1 comment:

  1. i am pround see parent like ma'am devi . because from this story ma'am devi very be careful in speak at the child . even, when i can happy although only reading and my sister do too proud reading mentioned story

    Moch Gilang Jauhari

    ReplyDelete