Memasuki hari ketiga mengerjakan tantangan games level 1 di kelas bunsay semakin terasa betapa komunikasi yang saya bangun bersama jagoan saya lebih banyak mengedepankan emosi. Sering saya tidak bisa menahan marah saat apa yang saya harapkan tidak segera si jagoan lakukan. Tak jarang pula pertanyaan dijawab asal-asalan bahkan luapan kemarahan. Dan karena aktifitas tersebut terus berulang hingga usia jagoan saya 10 tahun, sudah pasti kebiasaan dan karakter saya dan suami melekat padanya. Melihatnya seperti berkaca pada cermin yang memantulkan apa yang pernah kami lakukan.
.
Tapi semenjak saya memasuki kelas matrikulasi Alhamdulillah pertahanan emosi itu tidak sering "jebol" seperti dulu. Kini semakin nyata dipraktekkan dengan panduan komunikasi produktif dari kelas bunsay, semoga tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya.
.
Tapi semenjak saya memasuki kelas matrikulasi Alhamdulillah pertahanan emosi itu tidak sering "jebol" seperti dulu. Kini semakin nyata dipraktekkan dengan panduan komunikasi produktif dari kelas bunsay, semoga tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki semuanya.
.
Karena ini hari sabtu, maka jadwal kami bertiga agak longgar. Si jagoan melakukan kegiatan ekskul dimulai pukul 08.00 WIB, pak suami mengajar di sekolah agak siang sementara saya libur karena di sekolah saya sudah diberlakukan sistem fullday alias jadwal kerja 5 hari. Jadi Ba'da shalat subuh, murojaah dan kuliah subuh lima menit, saya dan pak suami masih memiliki waktu luang untuk berdiskusi terutama tentang pengasuhan jagoan kami yang semakin beranjak besar. Dan kami sepakat untuk saling mengingatkan dalam mengimplementasikan ilmu pertama dalam kelas bunsay ini bersama-sama.
.
Setelah diskusi saya dan pak suami selesai, saya segera ke ruang keluarga tempat dimana si jagoan sedang menonnton film kartun kesayangannya. saya akan coba praktekan ilmu komunikasi produktif tentang mengubah perintah menjadi pilihan.Bismillah...
Karena ini hari sabtu, maka jadwal kami bertiga agak longgar. Si jagoan melakukan kegiatan ekskul dimulai pukul 08.00 WIB, pak suami mengajar di sekolah agak siang sementara saya libur karena di sekolah saya sudah diberlakukan sistem fullday alias jadwal kerja 5 hari. Jadi Ba'da shalat subuh, murojaah dan kuliah subuh lima menit, saya dan pak suami masih memiliki waktu luang untuk berdiskusi terutama tentang pengasuhan jagoan kami yang semakin beranjak besar. Dan kami sepakat untuk saling mengingatkan dalam mengimplementasikan ilmu pertama dalam kelas bunsay ini bersama-sama.
.
Setelah diskusi saya dan pak suami selesai, saya segera ke ruang keluarga tempat dimana si jagoan sedang menonnton film kartun kesayangannya. saya akan coba praktekan ilmu komunikasi produktif tentang mengubah perintah menjadi pilihan.Bismillah...
"A, pas iklan, aa mau mandi dulu atau sarapan dulu?"
"Mandi dulu aja Bun biar seger"
"Oke" kurekatkan telunjuk dan ibu jari membentuk lingkaran tanda setuju.
Si jagoan mengacungkan jempolnya, tanda setuju juga. tak lama kemudian iklan dan si jagoan melenggang menuju kamar mandi tanpa harus kuulang-ulang perintahnya.
Dan kami lewati pagi itu tanpa "drama" melelahkan. Alhamdulillah....yes, Done!
.
And it's make my mood boaster added to practice another theories.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan 10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
.
And it's make my mood boaster added to practice another theories.
#hari3
#gamelevel1
#tantangan 10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip
No comments:
Post a Comment