Aa Fajri sedang menyebutkan jenis akar tanaman
Hari ini jagoan saya kebagian jadwal KUJEK (Kunjungan Edukasi) di sekolahnya ke SMK Pertanian. Seperti biasa, usai acara, wali kelas membagikan hasil jepretanya di Whatsapp grup orang tua kelas. Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan wali kelas si jagoan. Karena dengan diterimanya foto kegiatan anak-anak memudahkan saya untuk membuka percakapan terlebih dahulu bila suasana hati si jagoan mendukung.
.
Fajri, anak ganteng yang baru satu yang saya miliki (semoga Allah segera memberikan saya dan pak suami amanah berikutnya...Aamiin) memiliki seabreg kegiatan yang Insya Allah positif. Mulai dari sekolah full day, dilanjut ekskul futsal, pramuka, tahsin, tahfidz, dll. Saya dan pak suami tidak pernah membatasi atau mengekang kegiatan yang ia lakukan selama kegiatan itu positif, bermanfaat dan sesuai dengan usia juga ketahanan fisiknya. Kegiatan yang dimulai sejak jam 06.10 (berangkat sekolah) dan berakhir pukul 15.30 (berada di rumah) otomatis membuat intensitas pertemuan kami tidak lagi sebanyak ketika usianya masih TK. Maka saya dan pak suami selalu mengkhususkan waktu ba'da ashar, ba'da maghrib dan ba'da isya sampai jam 21.00 sebagai our quality time, banyak ngobrol tentang apa saja yang kami lalui sepanjang hari di luar rumah.
.
Dulu, sebelum tahu ilmu komprod dari kelas bunsay IIP ini, saya selalu memulai percakapan dengan pertanyaan "belajar apa hari ini di sekolah, a?" dan selalu pula jagoan saya menjawab dengan jawaban singkat dan terkesan ogah-ogahan, "ya, belajar banyak deh, bun".
"iya belajar apa aja?"
"ih bunda, ya banyak atuh...udah ah males ceritanya"
ow..ow..ow...setelah tau ilmunya, ternyata pertanyaan saya termasuk kalimat tidak produktif. Tidak sesuai dengan kaidah Gantilah kalimat interogasi dengan pernyataan observasi".
.
Maka sore tadi ba'da shalat ashar ketia diluar hujan sangat deras, sambil ngemil-ngemil syantik, saya bertekad mencoba mengimplementasikan ilmu komprod ini pada jagoan saya. Bismillah...
Bunda dan jagoannya sedang ngobrol sambil ngemil-ngemil syantik
"a, di foto kujek yang dikirim ibu Meli kayaknya aa keliatan malu-malu"
"mana bun fotonya?" jagoan saya penasaran, kuperlihatkan foto dari ponsel.
sejenak dia tersenyum.."oh.."
"kok mesem-mesem? lagi apa itu teh a?" kupasang raut dan intonasi penasaran.
"itu...lagi ditanya satu-satu tentang tumbuhan, aa salahnyebutin, harusnya akar serabut eh aa malah akar serubut hehehe"
aku ikut tersenyum, "lupa ya?"
"enggak, bukan lupa,bun. Keceletot hehehe"
kuusap rambut kepalanya.
"seru ya, a?"
"iya seru bun, ada orang jepangnya juga loh bun, tuh yang rambutnya ada poninya"
dan...mengalirlah cerita kujek siang tadi yang menyenangkan
.
Point nya adalah ketika kita bertanya to the point, anak akan merasa diinterogasi dan itu membuat dia malas bercerita lebih lanjut. Lain halnya jika kita mulai dari sesuatu yang kita lihat dari dirinya, melihat perasaannya, mengobservasi hatinya, maka anak akan enjoy bercerita bahkan sesuatu yang tanpa kita tanyakan.
.
Alhamdulillah...done!
.
Huallahu 'alam Bishawab...
Kota Angin, 09112017
#hari8
#gamelevel1
#tantangan 10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip


No comments:
Post a Comment