Friday, November 10, 2017

Meriang

Hari ini tak banyak waktu yang bisa saya habiskan bersama jagoan saya. Rasa mual, pusing, demam, batuk dan pilek menjadi penyebabnya. Sebenarnya sejak bangun tidur saya merasakan ada yang tidak beres dengan tubuh saya, namun karena rutinitas pagi yang memaksa tubuh ini untuk tetap bergerak. Jelang siang, rasanya saya  tubuh ini semakin sulit diajak kompromi terutama kepala yang terasa semakin berat, sepertinya tubuh meminta haknya untuk beristrahat. Maka saya meminta izin pada guru piket di sekolah untuk pulang mengajar lebih dulu. Sampai d rumah tubuh ini langsung ambruk diatas kasur hingga terbuai mimpi. Ba'da shalat jum'at pak suami membangunkan dan mengingatkan saya untuk segera melaksanakan shalat dzuhur. Dengan kepala masi terasa berat saya menunaikan shalat dan makan siang ditemani pak suami.
.
Karena saya tidak biasa mengkonsumsi obat-obatan warung maka sore ba'da ashar dengan ditemani pak suami kami pergi ke dokter terdekat. pulang dari dokter sekitar jam 17.00 disambut si jagoan dengan beberapa pertanyaan, "Bunda sama ayah pulang dari dokter?"
"Iya a, bunda demam".
Sejenak ia tempelkan punggung tangannya ke dahi saya seperti yang kerap saya lakukan bila demam menyerangnya, dengan raut khawatir jagoan saya berujar, "Iya bunda demam".
"Bunda udah makan?"
"belum", jawab saya.
"Mau aa beliin bubur?"
"Aa mau beliin buat bunda?"
"Iya bun, aa beliin ya?"
Saya mengangguk dan menyuruhnya untuk meminta uang pada ayahnya.
.
beberapa menit kemudia jagoa saya datang dengan semangkuk bubur ayam ditangannya.
"Bunda mau aa suapin?"
dengan senyum saya berkata, "nggak usah a, makasih ya sayang".
ia menunggui saya selesai makan dan dengan sigap mengambilkan air minum lalu menyuruh saya untuk segera meminum obat. "Diminum obatnya bunda, biar bunda cepet sembuh, jangan lupa berdo'a", nyess hati saya meleleh.
.
Ba'da maghrib sambil berbaring saya menyaksikan jagoan saya membaca Ummi dan murojaah hafalannya didampingi ayahnya. Mungkin pengaruh obat yang saya minum, ba'da isya saya langsung terlelap hingga saat saya menulis tulisan ini, jagoan saya sudah terbuai mimpi.
.
Walau tak banyak waktu yang dapat kami habiskan untuk berbagi cerita hari ini, saya begitu terenyuh dengan perhatian dan rasa empatinya. Semoga Allah senantiasa melembutkan hatimu, nak. Menjadikanmu lembut hati, tegar jiwa. Menjadikanmu manusia bermanfaat dibelahan bumi manapun kau berada.
.
Fabiayyi alaai robbikuma tukadzibaan...

Kota Angin, 10112017

#hari9
#gameslevel1
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

No comments:

Post a Comment