Sedih Boleh, Hancur Jangan
Bismillah....
Hidup itu seru ya, dengan roller coaster nya, naik turun, sedih dan bahagia silih berganti. begitupun dengan kehidupanku hingga titik hari ini tentu tak luput dari roller coaster tadi. Namun jika ditilik, titik terendah dan tersedih dalam hidupku adalah tahun 2018. Meminjam istilah yang pernah digunakan nabi Muhammad SAW adalah 'Aamul Huzn.
Kendatipun Allah telah berfirman dalam Al-Quran salah satunya pada surat At-Taubah : 40 yang menyatakan bahwa jangan bersedih karena sesuangguhnya Allah bersama kita. Atau di ayat lain dalam surat Ali-Imran : 139 yang menyatakan jangan merasa lemah dan jangan bersedih hati. Namun nyatanya, sebagai manusia biasa tentu tidak bisa lepas dari perasaan sedih itu. a supaya tidak berlarut. Berikut 5 tips yang bisa membantu kamu tetap kuat tanpa memaksa diri jadi “selalu baik-baik saja”:
1. Izinkan diri merasakan emosi (emotional acceptance)
Mengakui emosi tanpa menekan terbukti membantu kesehatan mental.
📚 Referensi:
- James Gross (1998) – Emotion Regulation Theory
2. Jangan memendam—lakukan emotional expression
Berbagi cerita atau menulis jurnal membantu mengurangi stres emosional.
📚 Referensi:
- James W. Pennebaker (1997) – Expressive Writing Therapy
3. Jaga rutinitas & aktivitas fisik
Aktivitas sederhana seperti berjalan atau olahraga ringan terbukti menurunkan gejala sedih.
📚 Referensi:
- World Health Organization (2022) – Physical activity reduces depression and anxiety
4. Lakukan aktivitas bermakna (behavioral activation)
Melakukan aktivitas yang punya makna membantu keluar dari perasaan terjebak dalam kesedihan.
📚 Referensi:
- Christopher R. Martell et al. (2001) – Behavioral Activation for Depression
5. Ubah cara pandang (cognitive reframing)
Melatih pikiran untuk melihat situasi dari sudut yang lebih seimbang membantu mengurangi intensitas kesedihan.
📚 Referensi:
- Aaron T. Beck – Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
1. Menerima. Izinkan diri merasakan, tapi beri batas waktu
Menangis atau merasa down itu manusiawi. Tapi jangan sampai berhari-hari tanpa arah. Coba beri “ruang sedih” (misalnya 1–2 jam), lalu perlahan kembali ke aktivitas ringan. Menerima kesedihan tersebut dengan kesadaran penuh akan memudahkan kita untuk naik dengan perlahan pada keadaan yang lebih baik.
2. Jangan dipendam sendiri
Cerita ke orang yang kamu percaya—teman, keluarga, atau bahkan menulis di jurnal. Mengeluarkan isi hati bisa mengurangi beban yang terasa berat di dalam. Nah, salah satunya sepertiku, dengan menulis. Menulis bagiku seperti ruang me time dan self healing. Kalaupun mau bercerita pada teman atau keluarga, usahakan pilih yang terpercaya ya. Jika kamu salah memilih tempat curhat, bukan ketenangan yang didapat, malah sebaliknya, bocor dan ambyar. Tentu kamu nggak mau kan ini terjadi.
3. Tetap jaga rutinitas sederhana
Walaupun lagi sedih, usahakan tetap makan teratur, tidur cukup, dan bergerak. Aktivitas kecil seperti jalan santai atau beres-beres bisa bantu menstabilkan emosi. Bisa kok, perlahan aja...
4. Alihkan fokus ke hal yang memberi makna
Coba lakukan hal yang kamu suka atau yang membuatmu merasa “hidup” lagi—mengajar, membaca, membuat konten, atau ibadah. Hal-hal ini bisa jadi pengingat bahwa hidupmu tetap berharga. Ingat ya kata kuncinya adalah "memberi makna/ bermanfaat". Jangan-jangan kamu mengalihkan pada shoping haha...dalam batas wajar sesuai isi dompet sih boleh-boleh aja. Yang nggak boleh adalah bikin dompet kamu jebol. Udah sedih belom kelar, dompet jebol pula..auto tambah mewek deh hahaha...
5. Ubah cara pandang secara perlahan
Kesedihan sering terasa besar karena pikiran kita ikut membesarkannya. Coba tanya ke diri sendiri: “Apa yang bisa aku pelajari dari ini?” atau “Apakah ini akan sepenting ini 1 tahun lagi?”
Ini bukan untuk mengabaikan rasa sedih, tapi membantu melihatnya lebih seimbang.
semoga bermanfaat ya...
Comments
Post a Comment