Cerita di hari keenam tantangan bunsay kali ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya yakni mengendalikan intonasi suara dan gunakan suara ramah. Sepertinya bagian ini menjadi PR terberat bagi saya terlebih jagoan saya sudah berusia 10 tahun artinya seumur itu pula saya selalu menggunakan intonasi suara meninggi manakala tak sejalan anatara harapan dan kenyataan yang dihadapi dari jagoan saya...duh rabbi....ingin rasanya memutar waktu...maafkan bundamu ini yang terlambat berilmu dalam membesarkanmu, nak...
.
Namun kini bukalah saatnya untuk terus terlelap dalam penyesalan, bersungguh-sungguh itu kuncinya. Kelas Bunsay ini benar-benar menjadi re-start dalam mengimplementasikan teori-teori yang pernah diketahui dari berbagai seminar, buku atau pengetahuan seputar parenting lainnya. Karena point yang disajikan dalam kelas bunsay mencakup dari semua teori parenting.
.
Sekolah Fajri mewajibkan siswanya untk setoran membaca Ummi dan muroja'ah harian kepada pembimbing Ummi melalui whatsapp group yang dibentuk perkelompok. Hari ini merupakan hari ketujuh praktek saya dalam mengendalikan intonasi suara ketika mendampingi setoran jagoan saya. Seperti hari-hari sebelumnya, negosiasi alot terjadi.
Bunda : "Aa, tidak perlu tergesa-gesa, hafalkan dulu ayatnya dengan baik".
Tanpa menghiraukan nasihat saya, si jagoan asyik pencat-pencet HP sambil terus membacakan hafalannya.
Fajri : "Ih, apa sih bunda ayat ketiganya?", tanyanya menghentikan rekaman.
Bunda : "kan bunda bilang, hafalkan dulu ayatnya dengan baik, setelah benar-benar hafal baru direkam".
Begitulah cerocos saya setiap kali mendapati jagoan saya tidak sabar ingin langsung merekam murojaahnya kendatipun hafalannya tersendat-sendat. Alhasil, seperti malam ini, hafalan surat Al-Insyiqaq. Ketika jagoan saya menghafalkan ayat ke tiga , rekaman dihentikan karena dia lupa, untuk beberapa saat hal itu terulang.
.
Aaakh...beraaaat maaaak!!! sesak dada eykeu....rasanya pengeeeen banget bentak...tapi sabaaar...sabaaar....lagi latihan...hahaha
.
Mungkin karena efek intonasi bundanya yang lemah lembut dan tenang, jagoan saya mengikuti instruksi untuk menghafalkan lima ayat hafalannya tanpa merekam terlebih dahulu. Beberapa saat setelah hafalannya benar-benar baik diingat, ia merekamnya. Ada yang berbeda dari tujuh hari belakangan yang saya lakukan dibanding hari-hari sebelumnya. Saya berusaha untuk mempraktekan beberapa point sekaligus dari materi komprod kelas bunsay ini. Yakni KISS, pengenalian intonasi suara, mengatakan apa yang saya inginkan, bukan yang tidak saya inginkan, mengganti tidak bisa menjadi bisa, fokus pada solusi bukan pada masalah dan jelas memberikan pujian manakala jagoan saya berhasil menghafalkan hafalannya dengan baik..
Dan hasilnya sungguh terasaaa sekali perbedaannya. Jika dihari-hari biasanya pembacaan ummi dan murojaah selalu berakhir dengan drama tangisan jagoan yang merasa enggak enak dibentak-bentak bunda dan perasaan dongkol bunda yang merasa anaknya nggak nurut, alhamdulillah dalam tujuh hari implementasi komprod ini, endingnya senyum ceria si jagoan dan si bunda.
Bunda : "Alhamdulillah....aa sudah ikutin instruksi bunda, mengahafal dulu, setelah benar-benar hafal, baru direkam dan hasilnya (saya acungkan jempol), bunda bangga sama aa". Kuusap rambut kepalanya.
Sssst....bahkan si jagoan bersedia ketika diminta brfose.....hahaha....
.
Alhamdulillah wasyukurillah 'ala kulli haal....Allah memudahkan saya untuk mengendalikan emosi. Sungguh, tidak ada yang mustahil jika kita bersungguh-sungguh!!
Huallahu'alam bishawwab
Kota Angin, 0811-2017
#hari7
#gamelevel1
#tantangan 10 hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

No comments:
Post a Comment