Thursday, November 30, 2017

Melatih Kemandirian#1

Bismillahirrahmanirrahiim...
.

Alhamdulillah hari ini adalah hari pertama memasuki Game Level 2 tantangan 10 hari di kelas Bunda Sayang. Materi tantangan kali ini yaitu "Melatih kemandirian". Karena baru Fajri lah jagoan yang saya miliki satu-satunya untuk saat ini, maka dialah satu-satunya yang akan menjadi partner saya.
.
Jujur...harus saya akui, selama ini saya terlalu menganggap jagoan saya masih seorang anak kecil yang segala sesuatunya harus saya bantu mulai dari bangun tidur hingga dia terlelap kembali, agar dia tidak merasa kesulitan. Namun ternyata semua itu salah besar!!
.
Ya, dengan terlalu sering saya layani keperluannya membuat dia kurang mandiri dan terkesan manja. Bahkan sore hari, beberapa jam setelah mendapatkan materi tantangan di kelas Bunsay, saya dan Paksu sempat berdiskusi untuk membicarakan tantangan ini. Terus terang, sepertinya saya tidak akan mampu melakukaknya sendirian tanpa suport dari paksu. saya termasuk orang yang elehan". melihat Saya sering luluh dengan rengekan fajri tatkala saya memintanya untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bisa dia lakukan sendiri.Saya sering mengambil jalan pintas untuk menghindari drama yang terjadi manakala dia menolak perintah saya untuk melakukan aktifitas yang sesungguhnya melatih kemandiriannya. Dari hasil diskusi tersimpulkan bahwa sayalah kunci utama keberhasilan dalam tantangan pada game level 2 ini. Dan saya sempat merasa putus asa...mampukah saya melewati tantangan ini dengan sempurna??
.
Namun dari hasil disupport yang teman-teman alirkan di kelas bunsay ini cukup membuat saya tidak merasa sendiri menghadapi keterlambatan ini, saya masih memiliki kesempatan untuk melatih kemandirian jagoan saya. Insya Allah....it's not too late. Dengan mengucap basmalah dan support dari paksu juga yang menguatkan saya. Bukan hasil yang harus menjadi pusat perhatian, melainkan proses. "Kita nikmati prosesnya bersama-sama. Bunda senang, anak tidak tertekan...sama-sama happy, Insya Allah hasil tidak akan mengkhianati proses", begitulah support dari paksu.
.
Maka tantangan kali ini menjadi momen untuk saya agar melibatkan ananda dalam mengurus kebutuhannya sendiri untuk kemudian dapat melibatkannya dalam pekerjaan rumah. Dengan harapan, minimal dia dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Dengan begitu kelak ia akan menjadi pemimpin yang tangguh memimpin keluarganya sebagai miniatur terkecil dari negaranya, bangsa dan negaranya namun juga tidak segan untuk turun tangan membantu istrinya dalam meringankan pekerjaan rumahnya. Aamiin....Aduh...kejauhan nggak ya ini harapan....hihi
.
Karena kuncinya ada di saya, maka saya harus benar-benar konsisten, dapat terus memotivasi dan menjadi teladan bagi keberhasilan jagoan saya.
.
Langkah pertama yaitu diskusi. Fajri saya sounding untuk sudah mulai mengambil jatah makan sendiri tanpa bunda layani kemudian makan sendiri dan mencuci piring bekas makan sendiri. Walau sempat terjadi negosiasi yang alot namun akhirnya fajri setuju. Walau terkesan borongan, namun saya yakin diusia Fajri yang sudah menginjak 10 Tahun, dia sudah mampu melakukan tiga skill itu satu paket hanya tinggal pembiasaan saja. Daaaan....walau melalui drama wara wiri hingga tak sempat ambil gambar dari kegiatan yang dilakukan jagoan saya hari ini, the activity done! ambil nasi dan menu makan yang dia request kan yaitu ceplok telor, kemudian makan berjamaah bersama ayahnya dengan duduk tertib (tanpa nyambi--maen game atau nonton video), dilanjutkan dengan mencuci piring dengan teladan sang ayah. dan saya bertugas memastikan sabun cuci piringnya tersedia dan menyiapkan sabangku kecil (jojodog--sunda) karena wastafelnya masih agak lebih tinggi dari badan sang jagoan hihi...and finaly, menyimpan piring bersih ke rak piring.
.
Alhamdulillah 'ala kulli haal...terimakasih ya nak, thank you my husband...big hug for you all...

Kota Angin, 30112017

#Harikesatu
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunSayIIP
#MelatihKemandirian



No comments:

Post a Comment