"Menunggu merupakan pekerjaan yang paling melelahkan". Mungkin sering kita mendengar kata-kata demikian dan memang benar adanya. Seperti sore tadi. Ceritanya hari ini adalah jadwal kumpul keluarga besar dari ayah yang biasa terjadwal setiap 2 bulan sekali. Tempatnya bergilir berurutan dimulai anaknya kakek yang paling besar hingga berakhir di kediaman cucu kakek yang paling terakhir menikah.
.
Hangat,asyik dan akrab...tiga kata yang pantas kulabelkan untuk kesan dari setiap pertemuan yang kami singkat menjadi Per-Rut kependekan dari Pertemuan Rutin.
.
Karena di pertemuan dua bulan lalu saya tidak bisa hadir dikarenakan siswa Creative English Course yang kudirikan mengadakan ujian akhir dari setiap level. Dan pada pertemuan kali ini bertepatan dengan ujian akhir pada Lembaga Kursus AP Komputer yang dikelola oleh pak suami. Nah..karena alasan demikian maka kami memutuskan bahwa yang hadir pada pertemuan kali ini adalah saya.
.
Pertemuan ini diadakan di rumah paman saya di sebuah kota yang identik dengan patung kudanya. Sebuah kota sejuk yang dikelilingi oleh gunung Ciremai yang menjulang. Karena pak suami tidak dapat menemani dan saya belum mahir membawa kendaraan roda empat keluar kota maka walau agak bete saya putuskan untuk naik kendaraan umum.
.
Acara demi acara berjalan dengan lancar hingga tiba saatnya berpamitan. Jam menunjukan pukul 15.00 dan perjalanan menuju kotaku dua jam dengan dua kali ganti elf. Jam 16.00 kuhubungi ponsel pak suami dan minta beliau untuk standby satu jam kedepan. Beliau menyanggupi.
.
Tiba di tempat yang kami sepakati untuk beryemua, tunggu punya tunggu pak suami tak kunjung datang. 15 menit berlalu kucoba menghubungi beliau namun lagi-lagi ponsel tak ada sahutan. Hari mulai gelap dan hati mulai dongkol. Ingin rasanya teriak mengadukan rasa lelah dan penat perjalanan. Jm menunjukan pukul 17.45 sambil terus kucoba menghubungi pak suami yang hasilnya tetap nihil..kubuka aplikasi Facebook. Satu persatu status teman-teman kubaca. Hingga sampai pada tulisan teman seperjuangan di Ikelas bunsay ini yang bercerita tentang kemampuan ibundanya dalam meredam amarah dan rasa jengkel ketika sang ayah yang telah berjanji sepulang kantor menemani ibundanya ke ondangan. Tak ada amarah apalagi cacian yang keluar dari mulut ibundanya untuk suaminya. "Coba deh masalah itu dibikin simpel, nggak usah ngabisin energi hanya untuk hal-hal yang sebenarnya bisa saling memahami dan memaafkan. Ayahmu pasti punya alasan membatalkan janjinya pada bunda" begitu kira-kira yang disampaikan bundanya teman saya.
.
Ah...tulisan yang menohok...kenapa selama ini saya selalu melihat hal-hal yang tidak berkenan dengan keinginan menjadi sesuatu yang "wah"?? Jika masih bisa dibikin simpel kenapa harus dibikin ribet??
.
Usai membaca status teman tersebut, saya tarik nafas dalam, saya hempasan semua beban yang sebelumnya siap meledak. Ah...harus saya coba dan saya pasti bisa!!
.
Kucari mushola terdekat untuk menunaikan shalat Maghrib. Tak lama kemudian pak suami menelepon dan menyatakan permintaan maafnya, ternyata hp pak suami sedang dicharge dan pukul 17.30 beliau masih sibuk melayani peserta kursus yang melaksanakan ujian akhir. Dengan cemas beliau bertanya "bunda sekarang dimana? Bunda baik-baik saja kan?"
"Alhamdulillah bunda baik-baik saja, ayah. Bunda nunggu di mushola dekat tukang nasi goreng langganan kita sambil sholat Maghrib dulu".
.
Dan benar, selepas Maghrib pak suami dan jagoan saya menjemput. Saya sambut dengan senyuman. Makan malam di tukang nasgor langganan kami diiringi tawa ceria.
.
Ah...seandainya tadi saya 'muntahkan' rasa dongkol dan kecewa, mungkin makan malam kami tak seindah malam ini.
.
Alhamdulillah, pengendalian emosi diri..Done!
.
Terima kasih pak suami dan jagoan bunda..Kalian harta berharga yang bunda miliki...kalian bahagianya bunda...semoga kita dapat berkumpul hingga ke surga...Aamiin...
Fabiayyi alai robbikuma tukadziban
Kota Angin 12112017
#hari11
#gamelevel1
#tantangan 10 hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip
Very pull this story and i can take the philosophy in story your blog . i am very like the story and i few laugh when reading . i love the story even thanks a lot to ma'am devi already writen story in your life in blog and this story so do my inspiration and my friend too join read
ReplyDeleteMoch Gilang Jauhari
DeleteMoch Gilang Jauhari
Delete