Bismillahirrahmanirrahiim...
.
Konsepsi Al-Quran tentang Kesehatan Lingkungan
Menyitir pendapat Yusuf Qardhawy (1984 : 434) bahwa, Islam adalah agama yang kamil wa syamil. Ia menyeru kepada kepbaikan melalui beberapa aspek kehidupan. senada dengan itu, sebagai satu-satunya din Allah (QS. Ali Imran ayat 19 dan 85). Islam adalah manhaj al-hayat disebut dengan way of life, acuan dan kerangka tata nilai kehidupan (Didin hafidhuddin, 1998: 17).
Acuan dan kerangka tata nilai kehidupan itu, terangkum dalam al-Quran, termasuk masalah kesehatan --yang diakui pula oleh pakar-pakar Islam-- diantaranya adalah kesehatan fisik, mental dan sosial.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional Ulama tahun 1983, merumuskan kesehatan sebagai "ketahanan jasmaniah, ruhaniah dan sosial yang dimiliki manusia, sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan (tuntunan-Nya), dan memelihara serta mengembangkannya". (Quraish Shihab, 2003 : 182)
Kesehatan mental dalam Al-Quran termaktub pada beberapa surat diantaranya, surat as-Syu'ara ayat 88-89 dan a--Ra'd ayat 28. Sedangkan kesehatan fisik dapat ditemukan dal Al-Quran surat al-Baqarah ayat 222 :
"Sesungguhnya Allah senang kepada orang yang bertobat, dan senang kepada orang yang membersihkan diri"
Hal senada dapat ditemukan dala surat al-Muddatsir ayat 4 dan 59 :
"Dan bersihkanlah pakaianmu dan tinggalkanlah segala macam kotoran"
Menurut hemat penulis, kesehatan sosial adalah bentuk kesehatan yang menggabungkan antara kesehatan fisik dan mental. Keduanya dapat dijadikan modal untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya, mentafakuri apa yang telah diberikan Allah kepada manusia dengan cara menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan yang ada.
Kesehatan lingkungan merupakan bentuk nyata dari kesehatan sosial, sebab manusia diciptakan Allah untuk mengolah alam ini secara bersama. Dengan menggabungkan potensi yang dimiliki manusia serta berupaya bersama dalam memaksimalkannya, maka akan terwujud kehidupan yang berkualitas dalam segala aspek kehidupan, seperti yang tersirat dala A-Quran surat Ali Imran: 110
"Kamu sekalian adalah sebaik-baiknya komunitas (umat) karena kamu sekalian berhasil mewujudkan kehidupan yang berkualitas (ma'ruf), cinta kemajuan dan anti kemunduran (munkar)"
Bertolak dari realita saat ini, hendaknya manusia bersama-sama mampu melaksanakan tugasnya sebagai khalifah dalam bentuk riil, tidak hanya bersifat tekstual, namun lebih dari itu mampu mengejawantahkan ayat-ayat Allah, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan.
Terganggunya masalah kesehatan lingkungan, banyak kita temui khususnya daerah-daerah pasca tsunami, longsor dan banjir. Akibat pembusukan jenazah korban peristiwa tersebut, menyebabkan terganggunya saluran pernafasan dan berbagai penyakit lainnya. Bukan bencana yang harus disalahkan, tapi sejatinya manusia dapat mengambil ibroh atau hikmah yang terkandung dari peristiwa tersebut.
Pernyataan pemberian tugas kekhalifaha, mengundang manusia untuk memberikan sumbangan nyata dalam kehidupan salah satunya dalam mengevakuasi dan menguburkan para korban tsunami di Aceh dan Sumatera Utara atau dalam peristiwa longsor di Leuwi Gajah, Bandung baru-baru ini. Selain bentuk amal shaleh, hal itu juga merupakan kegiatan dalam rangka memelihara kesehatan Lingkungan.
#Kelas Literasi Ibu Profesional
#KLIP Januari 2021
No comments:
Post a Comment