Sunday, January 31, 2021

Manusia dan Kesehatan Lingkungan #Part 5

 Bismillahirrahmaanirrahiim...

Manusia dan Kesehatan Lingkungan

     Telah dijelaskan sebelumnya, bahwa manusia diciptakan Tuhan di muka bumi ini adalah sebagai khalifah. Maka seyogyanya manusia dapat membentuk lingkungan yang memenuhi syarat kesehatan sebagai penunjang manusia dalam beribadah kepada sang Khalik.

     Manusia dibekali potensi sekaligus hawa nafsu, maka tidak heran jika banyak manusia yang mengatasnamakan kesehatan, mengekploitasi alam secara besar-besaran tanpa memperhatikan keseimbangan dan kelestariannya. Keserakahan sifat manusia tersebut tersirat dalam Al-Quran surat Al-'Alaq 6-7 :

     Ketahuilah, manusia itu benar-benar melampaui batas. Dia merasa sebagai makhluk istimewa yang serba biasa. 

     Padahal Allah telah berfirman :

Dan jangalah kau berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali tidak akan sampai setinggi gunung. Semua itu sebagai kejahatan yang sangat dibenci di sisi Tuhan-mu" (QS. Al-Isra 37-38)

     Ayat tersebut menginformasikan kepada kita bahwa dengan potensi yang dimiliki, hendaknya manusia tidak lantas menjadi manusia yang sombong dan angkuh, yang merasa memiliki sepenuhnya atas alam raya ini. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang lemah. Kemampuan manusia untuk memahami dan memperdalam hakikat ciptaan Allah sangatlah terbatas tanpa adanya petunjuk dari kitabullah dan sunnah Rasulullah saw. Manusia akan senantiasa berada dalam kesesatan tanpa adanya petunjuk Allah swt (Al-Baghdad, 2005 : 47).

     Seluruh kejadian di muka bumi ini sejatinya dipahami sebagai kekuasaan Allah; sebagai peringatan kepada umat manusia dengan bahasa yang mudah dipahami melalui bahasa kauniyah yang tertulis pada air laut, lempeng bumi bahkan pada yang Allah datangkan kepada manusia.

     Para ulama sering mengaitkan bencana berupa suatu penyakit dengan siksaan dan cobaan. Apa yang terjadi di muka bumi ini mengajak kita untuk mengkaji penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Kita harus yakin bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah sehingga kita tidak dapat memastikan penafsirannya.

     Adapun bencana yang disebabkan oleh tangan-tangan manusia sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan yang berujung pada terganggunya kesehatan lingkungan merupakan cambuk bagi kesehatan bagi manusia agar segera bertobat dari kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat. Sebagaimana sabda Nabi SAW : Penyakit adalah cambuk Tuhan di bumi ini, dengannya Dia mendidik hamba-hamba-Nya.

     Menyitir pendapat yang dikemukakan oleh Quraish Shihab (2003 : 185), bahwa hadist nabi diatas didukung oleh kandungan pengertian takwa yang pada dasarnya berarti menghindar dari siksa Allah di dunia dan dan di akhirat. Siksa Allah di dunia, adalah akibat pelanggaran terhadap hukum-hukum alam. Hukum alam, antara lain membuktikan bahwa air kotor yang menggenang mengakibatkan penyakit.

     Ajaran islam menekankan bahwa obat dan upaya hanyalah "sebab" sedangkan penyebab sesungguhnya adalah Allah Swt (QS. as-Syu'ara : 80) Oleh karena itu, sebagai umat yang memiliki ajaran yang komperhensif dan integral, hendaknya mampu melaksanakan fungsi dan posisinya sebagai sub dari ekosistem, yaitu dengan menjaga kelestariannya, tidak membuat kerusakan yang mengakibatkan terganggunya kesehata lingkungan.

     Seiring dengan itu, manusia dituntut untuk berusaha meningkatkan ketakwaannya sebagai wujud syukur kepada pemilik alam. Lebih dari itu, manusia mampu mewujudkan eksistensinya sebagai khalifah Allah dengan mengolah dan memanfaatkan dengan segala yang ada di muka bumi ini dengan segenap ketentuan yang tidak menimbulkan kerusakan. Bila manusia mampu memposisikan dirinya seperti itu, maka keberkahan akan diraih sebagai bukti janji Allah Swt. sebagaimana yang tersirat dalam al-Quran surat al-A'raf ayat 96 :

     "Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka Berkat dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (Ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya"

     Dari ayat diatas, dapat dipahami bahwa bentuk berkat dari langit dan bumi dapat berupa keseimbangan dan keselarasan alamyang berdampak pada terpeliharanya kesehatan manusia sebagai pelaku dan alam, dalam hal ini lingkungan.


#KelasLiterasiIbuProfesional

#KLIPFebruari2021


No comments:

Post a Comment