Friday, January 15, 2021

Manusia dan Kesehatan Lingkungan #Part 1


Bismillahirrahmanirrahiim...

.

Mukadimah

     Diakui atau tidak, bencana datang silih berganti sebagai akibat dari rusaknya ekosistem yang ada di bumi, telah membuat bangsa Indonesia semakin terpuruk dalam ketidakberdayaan. Musibah demi musibah hampir tidak ada hentinya terus melanda, khususnya dalam tiga tahun terakhir ini. Setelah longsor di beberapa tempat, menysul kemudian gempa di Alor, kini bencana alam menimpa saudara-saudara kita di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara.

     Secara ekofilosofis, hubungan manusia dengan lingkungannya merupakan hubungan yang sangat erat. Ini berarti kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dengan lingkungannya. Keterjalinan manusia dengan lingkungan merupakan keterjanlinan dinamis, begitu pula keterjalinannya dengan pemeliharaan kesehatan lingkungan (Al-Baghdady, 2005:7).

     Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, Islam menekankan pentingnya pemeliharaan kesehatan lingkungan. Pemeliharaan kesehatan tidak akan tercapai apabila lingkungan tempat di mana manusia itubberada telah rusak dan tercemar. Oleh karena itu, manusia dianjurkan untuk senantiasa memelihara keserasian dan kesimbangannya sebab, Tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini dalam kesimbangan dan keserasian. Sebagaimana yang ditegaskan dalam Al-Quran :

     "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah sesuatu yang tidak seimbang?" (QS. A-Mulk : 3)  

     Namun, realita yang ada, alam dan lingkungan di sekitar kita telah banyak mengalami pencemaran dan kerusakan. Mulai dari sampah yang menyebabkan tersumbatnya saluran air serta mengakibatkan banjir, hingga menumpuknya sampah yang berakibat pada tercemarnya lingkungan dengan beragam penyakit yang menyerang penduduk Indonesia di beberapa daerah akhir-akhir ini.

     Terjadinya berbagai bencana di Indonesia, hendaknya kita cermati sebagai bahan renungan dan peringatan Allah kepada seluruh manusia.

     Bertolak dari realita yang terjadi saat ini, dalam pandangan penulis, ada dua faktor yang memicu terjadinya kerusakan lingkungan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Yang dimaksud dengan faktor internal yaitu kerusakan yang terjadi di muka bumi ini sebagai akibat dari proses alamyang terjadi sepenuhnya atas kehendak Allahsebagai ujian bagi umat manusia. Seperti tsunami dan gempa di penghujung tahun 2004. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor yang menyebabkan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari kelalaian manusia itu sendiri (human eror).

     Kiranya dalam tulisan kali ini, penulis akan lebih memfokuskan pada keusakan lingkungan yang disebabkan oleh faktor eksternal serta bagaimana pandangan Al-Quran mengenai pemeliharaan kesehatan lingkungan?


#TulisanLama

#KelasLiterasiIbuProfesional

#KLIPJanuari

No comments:

Post a Comment