Saturday, February 10, 2018

Membuat Cerita Bergambar#Day5

Bismillahirrahmaanirrahiim...


Beberapa hari belakangan ini saya menemukan beberapa carik kertas di dalam tas Fajri. Semacam cerita bergambar yang ia buat sendiri secara berepisode. Dan hampir semua dialog yang dia buat adalah ucapan pemain film yang pernah dia tonton atau dari kisah-kisah baik berupa video ataupun buku bacaan.
.
Ya...Fajri suka sekali menonton film, membaca komik, cerita, dan buku-buku yang bernuansa kisah, baik itu kisah nyata ataupun imajinasi. Tak jarang dia terlihat enjoy menonton sinetron bila lalai dari pengawasan atau tanpa sengaja setelah film kartun vaforitnya di suatu statsiun TV dilanjutkan dengan sinetron. Nyatanya ketika saya  'ngeh' (saya berhenti dari keriweuhan melayani konsumen jasa ketik&rental) saya mendekatinya dan dia menyadari jika sinetron adalah salah satu tontonan "yang dilarang" ayah&ibunya. Lalu dia nyengir kuda dan meng-off kan TV.



Sebenarnya setelah saya amati, adegan atau dialog para pemainnya bukan untuk ditiru dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, karena alhamdulillah Fajri sudah mampu membedakan ucapan dan perilaku yang layak atau tidak layak untuk ditiru. Namun tetap saja, kami sebagai orang tua merasa was-was dan khwatir adegan dan dialog yang dia lihat di sinetron akan ia tiru terutama yang jeleknya. bukankan meniru yang dilarang itu lebih mudah?
.
Selain memang dalam sinetron yang bertebaran di statsion-statsion TV  di Indonesia bayak alur cerita dan adegan yang tidak mendidik, sinetron juga memberi dampak besar pada diri Fajri terutama dalam kemampuannya menangkap informasi secara visual baik yang positif maupun negatif.
.
Dan saya pernah "kecolongan" untuk satu tontonan yang jika dilihat dari judulnya sih edukatif "Rejeki Anak Shalih", tapi setelah 5 episode berlalu..lho...lho...ceritanya kok ngawur ya...jadi cerita berbau mistis!! Alhasil beberapa cerita bergambar yang Fajri buat berbau mistis padahal cerita mistis itu hanya ditonton setengah dari dua episode yang melenceng..duh...saya benar-benar harus tegas!! Walau saya dinilai berlebihan alias lebay,saya tak peduli..saya hanya khawatir soal aqidah Fajri.
.
Visual, Auditori, Meniru sangat dominan dalam diri Fajri.

#HariKe5
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#KuliahBunSayIIP
#GayaBelajarAnak
.

No comments:

Post a Comment