Bismillahirrahmanirrahiim...
Malam tadi ba'da isya jagoan shalih dengan antusias menceritakan kembali kisah yang diceritakan guru Ummi nya di sekolah.
.
Jadi gini mah, alkisah ada seorang raja yang sedang sakit parah, dia merasa jika umurnya tak lagi panjang. Raja tersebut merasa takut kalau nanti harus sendirian di kuburan, akhirnya dia membuka sayembara kepada rakyatnya. Barangsiapa yang bisa menemani raja di kuburan maka akan diberikan seluruh hartanya. Tidak ada seorangpun yang berani kecuali satu pemuda miskin.Akhirnya raja dan pemuda itu dikubur namun dengan ruang yang berbeda. Kemudian datanglah dua malaikat, namun anehnya malaikat-malaikat itu bertanya hanya pada si pemuda saja (sebenarnya sebelah sini bunda ora mudeng hihi...kenapa juga malaikat hanya bertanya pada si pemuda, tapi ah daripada bikin Fajri kesal dengan beberapa pertanyaan intervensi lebih baik saya dengarkan)
.
Jagoan shalih melanjutkan ceritanya...
Malaikat pertama mengajukan pertanyaan pemuda itu,
"Apa saja yang kamu miliki di rumah?"
Si pemuda menjawab, "Saya hanya memiliki satu pacul saja"
"Lalu apa lagi?", tanya malaikat.
"Tidak ada yang lain lagi", jawab pemuda
"Digunakan untuk apa pacul tersebut?", tanya malaikat lagi
"Untuk mencari nafkah dengan cara menjadi petani di ladang", jawab pemuda
Pertanyaan yang sama juga ditanyakan oleh malaikat yang kedua, begitu seterusnya hingga hari ke 40 sehingga sang pemuda merasa bosan. Lalu tibalah waktunya ia keluar dari kuburan.
.
Sang permaisuri memenuhi janjinya untuk memberikan seluruh harta kerajaannya kepada sang pemuda, namun betapa kagetnya permaisuri manakala si pemuda menolak pemberiannya.
"Tidak usah permaisuri, aku tidak menginginkan harta ini", kata si pemuda
"Kenapa", tanya permaisuri heran.
"Aku takut malaikat bertanya tentang harta yang kumiliki lalu betapa banyaknya pertanyaan yang harus kujawab beserta digunakan untuk apa saja", jawab si pemuda
.
Tak lama kemudian, Fajri berseloroh...."Tuh mah, maknnya mamah sama papah jangan terlalu kaya deh nanti ditanyain banyak pertanyaan loh sama malaikat di kuburannya",
Deg....sejenak saya tidak dapat berkata sepatah katapun, kubeikan senyum dan belaian di rambut Fajri. "Iya a, makannya aa bantu mamah papah ya agar menggunakan harta yang dimiliki untuk kebaikan. TV yang kita punya kita gunakan untuk melihat hal-hal yang bermanfaat, komputer yang kita miliki digunakan untuk menolong orang lain dengan cara menerima jasa pengetikan bagi orang yang membutuhkan, bukan buat maen game aja ya...", kuacak rambut jagoan shalih dan dia terlihat tersenyum malu (ketahuan suka maen game dan lupa waktu kalo lagi libur sekolah) seraya menjawab, "Oke bos!"...
.
Dari obrolan ringan tersebut, saya menyimpulkan bahwa Fajri memiliki metode belajar Auditory. Beberapa guru yang pernah saya tanya tentang bagaimana keadaan Fajri di kelas bila sedang berlangsung KBM, rata-rata mereka mengatakan kalau Fajri suka sekali didongengin. Sekalipun dia sedang bermain-main dengan temannya di kelas tapi begitu ibu guru mengatakan, "Anak-anak ibu punya cerita loh....", dengan sigap Fajri duduk menyimak dan ekspresi wajah Fajri akan sangat terlihat bila dia benar-benar interest sekali dengan cerita yang gurunya berikan, tak jarang pula ia mengajukan beberapa pertanyaan ditengah-tengah kisah bila ia merasa belum faham benar tentang kisah yang diceritakan oleh ibu/ bapak guru.
.
Hal yang sudah paling terlihat sejak kecil Fajri termasuk anak yang
lebih dominan kinestetik hingga sebenarnya ketika memasuki usia sekolah saya ingin memasukannya ke sekolah alam, namun sayang di kota kami belum ada sekolah tersebut. Sempat terpikir untuk Home Schooling namun setelah berdiskusi denga pak suami, semuanya belum memungkinkan. Dan alhamdulillah kami menemukan sekolah yang satu visi dan misi dengan pendidikan kami di rumah sebagai kepanjangan tangan pendidikan islami, pendidikan karakter yang kami lakukan di rumah.
Kota Angin, 07022018
#Harike2
#Tantangan10Hari
#GameLevel4
#KelasBunSayIIP
#GayaBelajarAnak

No comments:
Post a Comment