Let's Play the Music#Day2
Bismillahirrahmanirrahiim...
Tentu menyenangkan bila kita sebagai orang tua telah menemukan gaya belajar anak. Terkait dengan hal ini, Alhamdulillah saya sudah mengamati gaya belajar Fajri sejak dia masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, walau saat itu hingga sebelum saya menerima materi Gaya belajar anak pada materi di level 4 ini, saya tidak tahu persis nama dari setiap gaya belajar anak.
.
September tahun ini Fajri memasuki usia 11 tahun dan saya semakin deg-degan karena usianya kini memasuki pre-aqil baligh. Di usianya kini saya semakin intens mengamati dan memperhatikan setiap kebutuhannya menuju aqil baligh usia 15 tahun...saya tidak ingin ketinggalan dan melewatkan masa-masa ini dengan sia-sia, walau pada hakikatnya saya terlambat tahu...tapi seperti kata pepatah, Better Late Than Never!!! So smangaaat!!!😘💪🏇
.
Kembali pada pembicaraan tentang gaya belajar. Setelah beberapa hari ini saya amati dengan lebih seksama, bahkan berkali-kali (karena saya belum hafal) bolak-balik mencocokan gaya belajar Fajri yang saya lihat dengan teori Modalita Belajar Anak yang disajikan pada materi 4 di kelas Bunda Sayang ini.
.
Aha!!! sepertinya jagoan shaleh memang benar memiliki gabungan dari tiga modalitas belajar--setelah sebelumnya pada laporan hari ke 1 saya sudah tuliskan perkiraan tersebut.
.
Hari Kamis Minggu lalu, wali kelas Fajri menginstruksikan untuk membawa piano atau pianika pada pelajaran SBDP (Seni Budaya), sepertinya Fajri akan diberikan materi praktek tentang berbagai lagu-lagu. Dan terbukti ketika malam ba'da isya, jagoan shaleh memperlihatkan kemampuannya dalam memainkan pianikanya, ia "unjuk gigi" pada ayah dan bundanya.
.
"Bun, nih aa mainkan lagu yang tadi siang diajarin bu guru ya...,"
"oke, papah mamah siap mendegarkan, ya kan pah?", kutanya pak suami yang sedang khusyu mengerjakan pesanan ketikan di depan laptopnya. Dan pak suami menjawab, "tentu dong".
.
Maka mulailah
jagoan shalih meniup sekaligus menekan tuts pianikanya. Beberapa lagu wajib seperti Ibu Kita Kartini, Indonesia Raya, dll ia coba mainkan. Saya cukup terkagum juga mendengarnya, pasalnya walaupun pianika yang ia mainkan sekarang bukan barang yang baru dibeli, seingat saya Fajri tak pernah memainkannya lagi selepas pelajaran kesenian tahun lalu ketika ia duduk di kelas 3.
.
"Masya Allah, aa pintar sekali memainkan pianikanya, memangnya aa sering latihan ya tanpa spengetahuan mamah?", tanyaku
"Nggak pernah mah, lagu ini baru aa pelajari tadi siang kok di sekolah sama bu guru dan teman-teman", jawabnya
"Wah, hebat", puji saya, "baru tadi siang aja udah lancar apalagi kalau sering a", motivasiku padanya.
"Makannya nanti kalau ke toko bukubeliin aa buku lagu-lagu wajib dan daerah ya mah", pintanya
"Insya Allah", jawab saya
.
Tak lama kemudian, ditengah-tengah aktivitas saya menyetrika baju, terdengar tuts yang ditekan nada-nada percobaan seperti sedang mengingat-ngingat sebuah nada lagu. "Horeee...bisa!! teriak jagoan sholih. Setelah saya amati benar-benar sepertinya saya tidak asing deh sama lagu ini. Aha! ini kan lagu dangdut jawa yang lagi ngehits. Saya sih tidak tahu persis judulnya hanya instrumennya familiar karena abang tukang sate dan nasi goreng yang mangkal depan rumah sering memutar lagu tersebut hampir tiap malam. Yang begini kira-kira liriknya, sayang opo koe krungu cerita hatiku du..du..du..hahaha dan saya benar-benar tidak hafal lirik selanjutnya 😂😂
.
"Loh a kok lagunya dangdutan?", tanya saya.
"Hihi...iya mah, ada temen aa namanya Sahnaz pintar main musik lagu apa saja bisa, yang aa hafal baru ini"
"Jadi aa baru tadi siang belajar nada ini dan sekarang udah bisa?"
"Alhamdulillah mah, ini juga tadi agak lupa-lupa ingat tapi akhirnya ketemu juga", jawab Fajri dengan raut bahagia dan puas.
.
Jika dikaitkan dengan 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar, Alhamdulillah melalui pelajaran kesenian (memainkan pianika) yang ia pelajari tadi siang di sekolah sepertinya tercapai, yakni :
a. Meningkatkan rasa ingin tahu (Intellectual Curiosity)
b. Daya Kreasi dan Imajinasi (Creative immagination)
c. Mengasah seni, terbukti dengan betapa bergairahnya Fajri mengingat hingga menemukan nada-nada lagu yang bari tadi siang ia dapatkan dari temannya tanpa sengaja (Art of Discovery and Invention)
d. Meningkatkan akhlak mulia (Noble Attitude) sehingga Fajri mampu lebih ebrsyukur atas karunia yang Allah berikan padanya berupa kemudahan dalam mengingat dan mempelajari nada-nada yang ia maksud.
.
Dan modalitas belajar yang saya amati pada kesempatan ini adalah Gaya belajar Auditory.
.
Note :Auditory : Modalitas ini mengakses segala macam bunyi suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal yang terkait.
.
Semoga kami sebagai orang tua mampu membimbing dan mengembangkan, dan memaksimalkan potensi yang Fajri miliki....Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin...
Kota Angin, 04022018
#Harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIp
Tentu menyenangkan bila kita sebagai orang tua telah menemukan gaya belajar anak. Terkait dengan hal ini, Alhamdulillah saya sudah mengamati gaya belajar Fajri sejak dia masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak, walau saat itu hingga sebelum saya menerima materi Gaya belajar anak pada materi di level 4 ini, saya tidak tahu persis nama dari setiap gaya belajar anak.
.
September tahun ini Fajri memasuki usia 11 tahun dan saya semakin deg-degan karena usianya kini memasuki pre-aqil baligh. Di usianya kini saya semakin intens mengamati dan memperhatikan setiap kebutuhannya menuju aqil baligh usia 15 tahun...saya tidak ingin ketinggalan dan melewatkan masa-masa ini dengan sia-sia, walau pada hakikatnya saya terlambat tahu...tapi seperti kata pepatah, Better Late Than Never!!! So smangaaat!!!😘💪🏇
.
Kembali pada pembicaraan tentang gaya belajar. Setelah beberapa hari ini saya amati dengan lebih seksama, bahkan berkali-kali (karena saya belum hafal) bolak-balik mencocokan gaya belajar Fajri yang saya lihat dengan teori Modalita Belajar Anak yang disajikan pada materi 4 di kelas Bunda Sayang ini.
.
Aha!!! sepertinya jagoan shaleh memang benar memiliki gabungan dari tiga modalitas belajar--setelah sebelumnya pada laporan hari ke 1 saya sudah tuliskan perkiraan tersebut.
.
Hari Kamis Minggu lalu, wali kelas Fajri menginstruksikan untuk membawa piano atau pianika pada pelajaran SBDP (Seni Budaya), sepertinya Fajri akan diberikan materi praktek tentang berbagai lagu-lagu. Dan terbukti ketika malam ba'da isya, jagoan shaleh memperlihatkan kemampuannya dalam memainkan pianikanya, ia "unjuk gigi" pada ayah dan bundanya.
.
"Bun, nih aa mainkan lagu yang tadi siang diajarin bu guru ya...,"
"oke, papah mamah siap mendegarkan, ya kan pah?", kutanya pak suami yang sedang khusyu mengerjakan pesanan ketikan di depan laptopnya. Dan pak suami menjawab, "tentu dong".
.
Maka mulailah
jagoan shalih meniup sekaligus menekan tuts pianikanya. Beberapa lagu wajib seperti Ibu Kita Kartini, Indonesia Raya, dll ia coba mainkan. Saya cukup terkagum juga mendengarnya, pasalnya walaupun pianika yang ia mainkan sekarang bukan barang yang baru dibeli, seingat saya Fajri tak pernah memainkannya lagi selepas pelajaran kesenian tahun lalu ketika ia duduk di kelas 3.
.
"Masya Allah, aa pintar sekali memainkan pianikanya, memangnya aa sering latihan ya tanpa spengetahuan mamah?", tanyaku
"Nggak pernah mah, lagu ini baru aa pelajari tadi siang kok di sekolah sama bu guru dan teman-teman", jawabnya
"Wah, hebat", puji saya, "baru tadi siang aja udah lancar apalagi kalau sering a", motivasiku padanya.
"Makannya nanti kalau ke toko bukubeliin aa buku lagu-lagu wajib dan daerah ya mah", pintanya
"Insya Allah", jawab saya
.
Tak lama kemudian, ditengah-tengah aktivitas saya menyetrika baju, terdengar tuts yang ditekan nada-nada percobaan seperti sedang mengingat-ngingat sebuah nada lagu. "Horeee...bisa!! teriak jagoan sholih. Setelah saya amati benar-benar sepertinya saya tidak asing deh sama lagu ini. Aha! ini kan lagu dangdut jawa yang lagi ngehits. Saya sih tidak tahu persis judulnya hanya instrumennya familiar karena abang tukang sate dan nasi goreng yang mangkal depan rumah sering memutar lagu tersebut hampir tiap malam. Yang begini kira-kira liriknya, sayang opo koe krungu cerita hatiku du..du..du..hahaha dan saya benar-benar tidak hafal lirik selanjutnya 😂😂
.
"Loh a kok lagunya dangdutan?", tanya saya.
"Hihi...iya mah, ada temen aa namanya Sahnaz pintar main musik lagu apa saja bisa, yang aa hafal baru ini"
"Jadi aa baru tadi siang belajar nada ini dan sekarang udah bisa?"
"Alhamdulillah mah, ini juga tadi agak lupa-lupa ingat tapi akhirnya ketemu juga", jawab Fajri dengan raut bahagia dan puas.
.
Jika dikaitkan dengan 4 hal penting yang menjadi tujuan anak-anak belajar, Alhamdulillah melalui pelajaran kesenian (memainkan pianika) yang ia pelajari tadi siang di sekolah sepertinya tercapai, yakni :
a. Meningkatkan rasa ingin tahu (Intellectual Curiosity)
b. Daya Kreasi dan Imajinasi (Creative immagination)
c. Mengasah seni, terbukti dengan betapa bergairahnya Fajri mengingat hingga menemukan nada-nada lagu yang bari tadi siang ia dapatkan dari temannya tanpa sengaja (Art of Discovery and Invention)
d. Meningkatkan akhlak mulia (Noble Attitude) sehingga Fajri mampu lebih ebrsyukur atas karunia yang Allah berikan padanya berupa kemudahan dalam mengingat dan mempelajari nada-nada yang ia maksud.
.
Dan modalitas belajar yang saya amati pada kesempatan ini adalah Gaya belajar Auditory.
.
Note :Auditory : Modalitas ini mengakses segala macam bunyi suara, musik, nada, irama, cerita, dialog, dan pemahaman materi pelajaran dengan menjawab atau mendengarkan lagu, syair, dan hal-hal yang terkait.
.
Semoga kami sebagai orang tua mampu membimbing dan mengembangkan, dan memaksimalkan potensi yang Fajri miliki....Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin...
Kota Angin, 04022018
#Harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIIp

Comments
Post a Comment