Tuesday, October 9, 2018

MelatihKemandirian#Level2#Day6

Bismillahirrahmanirrahiim...
.
Nikmat Air Berlimpah
.
Sesuatu yang kecil namun sangat berarti, itulah kadang yang sering luput disyukuri manusia. Ya, nikmat air yang berlimpah ditengah musim kemarau merupakan kenikmatan yang patut disyukuri.
.
Dalam rangka melatih kemandirian, siang tadi saya mencoba mengambil alih tugas pak suami dalam hal membayar PDAM tiap bulan. Sebenarnya pak suami menyarankan membayar secara online seperti yang biasa beliau laukan, "lebih praktis, ma", begitu pak suami bilang. Tapi beliau juga mengajarkanku cara membayar secara manual alias membayar di outlet-outlet yang menerima pembayaran PDAM sebagai opsi pilihan.
.
Kebetulan hari ini aku harus mengantarkan paket pesanan bros dari salah satu customer yang meminta dikirim melalui ekspedisi Pos. Terfikir kenapa tidak sekalian membayar PDAM saja ya....dengan hati agak kikuk aku mencoba mengutarakan maksudku kepada petugas Pos setelah urusan pengiriman paket selesai. Beliau meminta nomor meter air, lalu kuperlihatkan foto struk pembayaran terakhir yang pak suami kirimkan. "Jadi tiga puluh lima ribu rupiah, bu", ucap petugas Pos. Agak terkejut juga aku mendengarnya, "Tiga puluh lima ribu, bu?", tanyaku pada petugas sekedar meyakinkan jika pendengaranku tak bermasalah. "Benar, bu", petugas Pos menjawab. Setelah selesai transaksi dan mendapatkan struk, aku duduk untuk melihat detil tulisan yang tertera dalam struk. "Murah banget ya", gumamku dalam hati.
.
Sebelum beranjak pulang ke sekolah tempatku mengajar, kukirimkan pesan whatsapp ke pak suami. "pah, murah banget ya cuma 35.000?". Tak lama kemudian pak suami membalas, "iya mnya ajaa itu cuma abodemennya aja". "Maksud papah gimana?", tanyaku belum mengerti. "Iya, jadi pemakaian air yang biasa mamah gunakan setiap bulannya itu masih dibawah jumlah kubik maksimal", jelas pak suami.
.
Maasya Allah...subahanallah walhamdulillah...aku cukup takjub juga. Ya memang bila dilihat jumlah anggota keluarga yang menggunakan air setiap harinya hanya aku dan jagoan sholehku saja. Pagi jam 06.30 kami sudah meninggalkan rumah dan kembali pukul 17.30 maka otomatis pemakaian air yang kami gunakan sangat minim kecuali hari sabtu dan minggu yang kugunakan untuk mencuci pakaian, perabitan rumah tangga, menyiram halaman, mencuci kendaraan dan lain-lainnya yang menggunakan air lebih dari hari-hari biasanya. Tapi setelah ditotal masih kurang dari pemakaian maksimal yang ditentukan.
.
Sebenarnya yang kuigaris bawahi dari peristiwa ini adalah betapa kami harus terus menambah kesyukuran, terutama dalam musim kemarau seperti sekarang ini, kami tak pernah kekurangan air, kami merasa air selalu ada setiap kami akan menggunakannya dan betapa uang tiga puluh lima ribu rupiah masih lebih murah dari nominal yang dibutuhkan untuk membeli kuota hp hehehe...
.
Fabiayyi Alaairobbikuma Tukadzibaan...



#HariKe6
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

No comments:

Post a Comment