Bismillahirrahmaanirrahiim...
Solusi Engsel Pintu
.
Minggu ini pak suami tidak pulang, selain banyak yang harus beliau selesaikan, memang minggu ini bukan jadwal beliau pulang. Ya, kami sepakat dengan jadwal kepulangannya dua minggu sekali, kecuali jika ada hal yang mengharuskan beliau pulang diluar jadwal yang disepakati atau jika memang pekerjaan beliau sedang agak santai.
.
Beberapa hari kebelakang engsel pintu di kontakanku agak macet hal ini mungkin disebabkan oleh rapuhnya tembok disekitar kusen pintunya. Atau mungkin juga pengaruh cuaca panas yang membuat kusen di kontrakanku agak melebar sehingga berimbas pada sulitnya pintu tertutup rapat.
.
Hal ini sudah kuutarakan pada pak suami, beliau menyarankan agar aku mengubungi pemilik kontrakan, sepertinya hal ini masih tanggung jawab mereka sebab kami baru beberapa bulan saja menginjakan kaki di rumah ini. Maka tadi pagi selepas lari pagi kusempatkan mampir ke rumah pemilik kontrakan yang jaraknya tidak jauh dari rumah yang kutempati. Ibu Eka, begitu panggilan kami pada beliau, berjanji akan melanjutkan laporanku pada suaminya agar segera mengecek keadaan di rumah kami. Namun sampai maghrib datang, mereka belum juga memperlihatkan batang hidungnya, sementara aku agak cemas juga jika malam ini pintu sulit dirapatkan, bagaimana jadinya nanti malam? Tapi ah...aku teringat, aku nggak boleh panik, aku punya Allah...aku harus putar otak untuk cari solusi sementara sebelum kuadukan pada pak suami. Aku kan lagi berlatih kemandirian...cie..cie..
.
Bada maghrib kuterima pesan lewat whattsapp dari ibu Eka yang mengatakan permohonan maafnya karena belum empat mampir ke rumah kami, seharian mereka menghadiri berbagai acara dan undangan yang tentu sudah dijadwalkan sebelumnya, aku memakluminya.
.
"Hmm...bagaimana dengan pintunya ya?", aku berfikir mencari solusi. Ah kucoba mengaitkan karet gelang pada engsel pintu agar engsel pengait dari daun pintu ke kusen menjorok kedalam sehingga aku tinggal menguncinya tanpa harus memfungsikan engsel untuk sementara. Dan agar daun pintu bisa tertutup rapat kucoba bekerjasama dengan jagoan sholehku. Aku yang mendorong kusen sekuat tenaga agar melebar, sementara jagoan sholehku merapatkan pintu lalu menguncinya. Daaan...dengan nafas ngos-ngosan, Alhamdulillah Done!! aha...betapa gembiranya kami hingga kami tertawa bersama sambil mempertemukan telapak tangan kanan masing-masing..Tosss!!
.
Legaaaaa....rasanya...ada kebanggaan tersendiri yang menelusup kedalam hati. Ya, aku bangga ternyata aku tak sepanik sebelumnya, aku bangga bisa menemukan solusi dengan mengandalkan Allah dan keyakinanku, aku bangga pada diri hingga aku dapat melaporkan masalahku beserta solusinya pada imam keluargaku dan aku bangga ada jagoan buah hatiku yang beranjak mampu kuandalkan...
.
Ah...Fabiayyi Alai Robbikumaa Tukadzibaan...
#HariKe4
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

No comments:
Post a Comment