Pasang Gas
Begitu saya berniat untuk melatih kemandirian diri sendiri...Qodarullah...Allah kasih hari ini gas habis !!! antara pengen ketawa, bersyukur plus panik juga...pasalnya kala itu jam sudah menunjukan pukul 17.30
.
Untuk beberapa menit kepanikan itu mulai bisa saya atasi dengan tarik nafas dalam-dalam lalu dikeluarkan hingga tiga kali dan terhempaskan!!! lalu beberapa menit kemudian walau dengan susah payah saya coba melepas selang gas...saya tidak mau menyerah!! daaaan...alhamdulillah...done!
.
Segera kulangkahkan kaki menuju warung terdekat...alhamdulillah gas masih tersedia. Kulangkahkan kaki agak tergesa karena hari sudah mulai gelap. Lalu kucoba mengingat arahan pak suami tempo hari cara memasang selang ke tabung gas. Sebenarnya pak suami sudah membelikan alat pemasangan gas termudah dan konon kata pak suami ter-update hahah...sepertinya pak su sudah menduga jika beliau siapkan selang biasa bisa-bisa aku nangis bombay karena taku kompor "bledug" ahayyy...emak-emak banget!!
.
Setelah mencari posisi paling tepat untuk memasang regulator ke tabung gas dan dirasa posisi itu sudah tepat pas ditengah...kuputar regulator seperti instruksi pak suami tempo hari.."cukup sampai tiga putaran saja, bun"...."lalu seteah berbunyi sebanyak tiga kali suara kreeet...kreeet...kreeet...selesai deh"
.
Karena belum yakin, kudekatkan telinga sedekat mungkin pada tabung...hmmm...sepertinya memang sudah aman karena tidak ada seperti suara angin yang keluar....lalu dengan segenap keberanian yang terkumpul kucoba menyalakan kompor (pasti ketebak kan ya posisiku saat itu...dengan tangan terulur sepanjang mungkin dan posisi badan siap lari tunggang langgang jika terjadi sesuatu, dan dengan kedua mata hanya terpicing sedikit) ...hahahaha...
.
Jussss.....nyala!!! alhamdulillah...well done!!! gak kebayang kan what a happy I was!!!....hahaha...lebayyy...
.
Bada maghrib tak sabar ingin kusampaikan eksperimen pertamaku ini pada pak suami tercinta lewat videocall, dan beliau tertawa gembira sepertinya karena kulihat kekehannya menyisakan air mata diujung matanya..bukan...bukan karena beliau sedih...melainkan geli!! saking enaknya tertawa..."Alhamdulillah, buda hebat!!!" itu kata terakhir yang beliau ucapkan sebelum telepon berpindah tangan karena giliran jagoan sholeh yang tak sabar ingin segera mengabarkan kemenangan club futsalnya di sekolah...
Ah...Fabiayyi Alaairobbikuma Tukadziban...
#HariKe2
#Tantangan10Hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional

No comments:
Post a Comment