Jelas Dalam Memberikan Pujian
.
Hari senin kemarin jagoan sholeh bertugas sebagai pemimpin upacara. Sebagai tanda keseriusan, dia menghafalkan kata-kata yang akan diucapkan dalam upacara nanti. Malam senin, jagoan sholeh minta kami untuk ikut terlibat dalam latihan upacara sambil memutar video upacara bendera dari You Tube. Saya dan papahnya berbagi tugas sebagai peserta upacara, kadang jadi pemimpin barisan, kadang menjadi pembina upacara, kadang juga menjadi pasukan pengerek bendera ah...pokoknya bagaimana caranya kami meyakinkan jagoan sholeh mampu menjadi pemimpin upacara yang baik dan benar.
.
Tibalah senin pagi yang ditunggu. Mungkin jika dikategorikan emak-emak paling lebay sedunia hanya lantaran anak semata wayangnya mau menjadi pemimpin upacara untuk pertama kali dalam hidupnya, sayalah seniornya hahaha....bagaimana tidak, anaknya yang mau tampil, emaknya yang nggak bisa tidur nyenyak, emaknya yang deg-degan....hallah
.
Sedari subuh saya mempersiapkan segalanya, memastikan baju seragamnya sudah disetrika, dasi dan topi sudah siap dipakai, sepatu hitam dan kaos kaki putih sudah nongkrong disamping tas berisi buku pelajaran hari senin yang telah Fajri persiapkan sejak malam sebelum tidur. Saya juga memastikan menu sarapan dan bekal makan siang jagoan sholeh sudah terencana di otak tinggal bahan-bahan yang sudah siap di kulkas segera saya eksekusi beres sebelum jam 6 pagi. Sementara papahnya, memberikan wejangan ringan tentang sikap tegap sang pemimpin upacara sambil menghirup udara pagi dan menikmati pisnag goreng yang sudah kuhidangkan.
.
Pukul 06.25 jagoan sholeh sudah berangkat bersamaan dengan keberangkatan papahnya ke kantor. Jarak rumah ke sekolah yang bisa ditempuh sekitar 15 menit dirasa cukup untuk Fajri bisa memantapkan kembali "aksinya" di sekolah.
.
Pukul 10.00 handphone berdering tanda beberapa pesan whatsapp masuk, kulihat daftar pengirim datu persatu. Mata langsung tertuju pada nama yang tertera "WK Ali Bin Abi Thalib". Ku buka, ternyata beliau mengirimkan foto jagoan sholeh ketika menjadi pemimpin upacara, walau tak begitu jelas karena posisi beliau berada di sebelah kanan barisan, namun cukup membuatku lega dan tersenyum-senyum sendiri. Perasaan campur baur antara terharu, bangga dan geli hahaha....ya, geli pada diri sendiri...sebeginih lebaynya dirikuh...ah...biarlah...ini moment sekali dalam seumur hidupku mendampingi jagoan kecilku bertumbuh...nak, doa mamah selalu menyertaimu.
Ba'da maghrib selepas bertilawah AlQuran, sementara papahnya masih berada di masjid menunggu isya, kucoba mempraktekan ilmu Komprod tentang memberikan pujian produktif yang kuterima dari kelas Bunsay.
.
M : A, ini mamah dapet foto aa waktu jadi petugas upacara tadi pagi loh dari bu Tia
A : Mana mah?
(kuperlihatkan foto di HP dan jagoan sholeh senyam senyum)
M : Kata bu tia, aa hebat, suaranya lantang!! (seraya kuacungkan ibu jari tangan ke udara). walopun kat bu Tia ada beberapa ucapan yang salah tapi tidak apa-apa kok, itu hal biasa, namnya juga perdana jadi pemimpin upacara. Lain kali bisa diperbaiki, ya kan?
A : Iya mah, aa agak grogi gitu, jadi ada yang lupa.
M : Iya nggak apa-apa, masih banyak waktu untuk memperbaikinya ya sayang. makasih udah bikin mamah dan papah bangga. (kupeluk dan kucium rambutnya)
#Harike3
#gamelevel1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofessional


No comments:
Post a Comment