Tuesday, January 16, 2018

FamPro# Day 7

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sudah lima hari jagoan bunda terserang gatal-gatal, dokter bilang akibat bakteri dari lingkungan yang kurang bersih. Sepertinya ini akibat dari kurang bersihnya kaki Fajri yang dibasuh setelah bermain futsal dalam keadaan hujan tempo hari ditambah konidisi fisik yang kurang fit akibat kelelahan menambah mudahnya "sang bakteri" menyusup kedalam tubuh Fajri. Memang, sedari minggu lalu, setiap dua hari sekali Fajri berlatih futsal sebagai persiapan menjelang kegiatan Pemilihan Bakat Siswa.
.
Namun sayangnya, kegiatan padat yang menguras energi fisik tidak Fajri imbangi dengan asupan gizi yang baik yang sebenarnya sudah bunda siapkan sebagai bekal sekolah Fajri. Kebiasaan buruk jagoan bunda, jika sudah larut dengan hobinya, ia akan lupa makan atau makan hanya alakadarnya saja.
.
Kondisi daya tahan tubuh yang menurun ditambah dengan kegiatan yang menguras energi sepertinya klop membuat tubuhnya mudah terserang penyakit yang datang. Hari jumat tempo hari badan Fajri demam dan mengharuskan dia untuk ijin tidak dapat masuk sekolah. Gatal-gatal yang menyerang, bunda coba obati dengan salep yang pernah direkomendasikan apotik langganan. Diawali dengan merendam kaki Fajri setiap pagi dan malam menggunakan air yang dicampur dengan cairan antiseptik diyakini menambah percepatan pemulihan. Dan hasilnya, Alhamdulillah luka gatal yang dirasa Fajri berangsur membaik.


Ada satu moment yang saya garis bawahi dalam peristiwa sakitnya jagoan shalih kali ini berkaitan dengan tantangan di level 3 kelas Bunda sayang kali ini, yakni materi AQ (Adversity Quotient) yakni sebuah kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan, kesulitan, hambatan maupun emosi. Sebenarnya dari artikel Cemilan 2 hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 yang saya terima, terdapat 6 cara untuk meningkatkan AQ yakni :
1. AQ on Tv
2. AQ on Radio
3. AQ on Conversation
4. Reading for AQ
5. AQ in Art
6. AQ on the net

Namun sepertinya tidak salah jika saya menggunakan cara tersendiri untuk meningkatkan AQ Fajri yakni melalui sakit yang dia alami sekarang.

Jadi, ceritanya, Karena luka gatal-gatal yang Fajri alami letaknya di kaki sebelah kanan tepatnya diatas jempol kaki agak menjorok, jadi kalau Fajri memakai sendal akan terasa sakit. Jika beraktifitas di rumah tidak ada masalah, namun ketika waktu shalat tiba dan ayah mengajak jagoan shaleh berangkat bersama menuju mushola terdekat untuk berjamaah, Fajri beberapa kali mengeluh. Rasanya, disinilah tantangan sebagai orang tua diuji. Satu sisi naluri saya sebagai ibu merasakan apa yang Fajri rasakan, pasti sakit luka yang dia rasakan terjepit sandal. Namun disisi lain, saya harus konsisten melatinya untuk tidak mudah mengeluh, tidak terlenakan dengan kenyamanan tanpa tanggung jawab.
.
Ketegasan ayah mampu meluluhkan keluhannya. Pak suami memberikan pilihan pada Fajri, "Aa mau digendong ayah atau mau coba pakai sendal semampunya, biarpun berjalan terseok-seok yang penting sampai ke mushola?"
dan jagoan shalih memilih untuk menggunakan sandalnya sebisa mungkin. "Alhamdulillah...", kata yang selalu keluar dari mulut saya setiap kali Fajri pulang dari mushola. "Aa hebat, aa kuat, bunda bangga sama aa", seraya menghadiahkan ciuman dan pelukan untuknya.

Kota Angin, 16012018

#tantangan_hari ke_7
#games_level_3
#kelas bunsay iip_3
#kami_bisa


No comments:

Post a Comment