Day #3
Melatih Kemandirian#2
Merawat Kebersihan Sepeda Kesayangan
Bismillahirrahmanirrahiim...
Long weekend kali ini sepertinya membuat Fajri cukup kenyang bertemu dan bermain bersama teman2 satu alumni (ceilee alumni..alumni RA Yamaba maksudnya😝)
.
Dimulai dari hari kemarin ia habiskan waktu untuk ikut berpartisipasi mendekor panggung yang akan digunakan untuk pengajian Maulid Nabi bersama ayahnya di halaman RA Yamaba dan siang tadi ia habiskan untuk bermain sepedahan masih dengan teman-teman yang sama. Alhasil sepeda yang mungkin sekitar tiga bulan terakhir "teronggok merana😂" di pojok garasi kini disentuh kembali oleh sang tuan.
"Bunda, aa mau sepedahan ya sama temen-temen?"
"Boleh, tapi sepedanya kan kotor sama debu, a"
"Bersihin atuh Bun?" Pintanya
"Sok belajar bersihin sendiri, aa sudah besar pasti bisa"
"Gimana caranya?" Intonasinya sudah mendekati rengekan manja.
Kebetulan saat itu saya sedang berbincang dengan paksu.
"Sini ayah contohin dulu sebentar ya nanti aa yang nerusin sampe bersih sepedanya"
.
"Ambil lap dan semprotan kaca didekat mesin foto kopi, a" lalu jagoan Soleh mengambilnya.
"Nah gini....Basahi lap dan gosok2 sepedanya. Kalo udah agak kering semprot lagi lapnya"
Setelah faham jagoan Soleh mempraktekannya. Ayah memberikan instruksi pendek-pendek.
"Udah ya Bun?" Tanyanya dengan sinyal ingin bunda yang menyelesaikannya.
Fajri memang lebih berani bernegosiasi (tepatnya merengek) pada bunda dibanding pada ayahnya.
"Sedikit lagi sayang...Bagian-bagian yang nyelipnya juga dilap a, biar bersih"
Kemudian jagoan Soleh mengikuti instruksi bunda walau dengan ogah-ogahan, masih berharap bunda yang menyelesaikannya. Fajri memang termasuk anak yang pengen simpel, nggak mau ribet, cenderung tergesa-gesa dan grusukan. Selama ini sifatnya, bunda hadapi dengan sifat bunda yang nggak sabaran, nggak suka perdebatan dan cepat iba pada kesulitan yang anak hadapi. Alhasil klop!!! Membentuk pribadi Fajri yang manja. Astaghfirullah....kuncinya benar-benar ada di saya. Bismillah...saya pasti bisa merubah semuanya!!
"Udah ya Bun?"
"Sedikit lagi. Nih bagian jari-jari ban masih kotor" ucap ayahnya tegas.
Untuk beberapa saat jagoan Soleh membersihkan sepedanya masih dengan grusukan ingin cepat selesai karena sahabatnya sudah menunggu didepan rumah siap bersepeda.
"Udah ya Bun?" Dengan nada suara tak sabar.
"Gimana, yah?"
"Ya, sementara cukup. Besok dimandiin ya sepedanya..."
Wajah jagoan Soleh sumringah.
"Okeh...tuh kan sepedanya jadi ganteng kaya yang naiknya, apalagi besok kalo udah dimandiin pasti kinclong..."
Jagoan Soleh hanya nyengir kuda.
.
Point penting yg harus digaris bawahi adalah teladan, motivasi dan konsisten melatih kesabaran ortu dan anak, jangan mudah iba dengan kesulitannya. Seperti kata ibu Elly Risman, Biarkan dia belajar memecahkan masalah atas kesulitannya itu karena besar nanti mungkin dia akan hidup dibelahan bumi yang berbeda dengan yang kita pijak.
.
Huallahua'lam bishawwab
.
Kota Angin, 02122017
.
#hariketiga
#tantangan10hari
#level2
#KuliahBunsay
#MelatihKemandirian

No comments:
Post a Comment