Bismillahirrahmanirrahiim...
Memasuki hari kedelapan sepertinya dirasa sudah cukup bagi saya untuk melatih kemandirian Fajri dalam hal membereskan tempat tidur. Fajri sudah terbiasa membersihkan tempat tidur sebelum tidur dan mebereskan kasur, selimut dan bantalnya. Walau masih jauh dari kata sangat rapi tapi pointnya sudah cukup didapat yaitu pembiasaan sehingga diharapkan dari pembiasaan tersebut akan tumbuh pembelajaran menuju maksimal seiring berjalannya waktu.
.
Dan pagi tadi ketika saya berfikir kemandirian apa lagi yang harus saya dahulukan di usia Fajri yang sudah menginjak 10 tahun, pagi hari ketika Fajri meminta sarapan saya bertanya menu apa yang dia inginkan. Lalu fajri menjawab ingin sarapan dengan telor mata sapi, kecap dan kerupuk. Aha!! pucuk dicinta ulampun tiba....seperti mendapat ide baru, saya akan coba gunakan kesempatan ini untuk melatihnya membuat makanan kesukaannya sendiri selagi itu mampu dia lakukan. Dan berhubung ini kali pertama saya memintanya untunmembuat telor mata sapi sendiri, maka keteladanan diperlukan. Saya ajak fajri seperti akan bermain masak-masakan.
"A, mau sarapan sama apa hari ini?"
"Mau telor ceplok, bun", pintanya
"Boleh, tapi kita bikin sama-sama yuk biar aa bisa", ajak saya
mulanya dia ogah-ogahan, tapi setelah saya coba lakukan komprod, dia mengangguk tanda setuju.
.
Lalu saya memandunya mulai dari memilihkan wajan yang biasa digunakan untuk membuat telor ceplok, menyalakan kompor secara perlahan, memberitahunya api yang pas, menetaskan telor, memberikan garam hingga siap disajikan.
.
Alhamdulillah...walau masih terasa "recok" tapi minimal Fajri sudah tahu bagaimana step membuat salah satu makanan kesukaannya. Sehingga bila suatu saat nanti ia inginkan kembali, Fajri sudah bisa melakukannya sendiri.
#harikedelapan
#tantangan10hari
#level2
#kuliahbunsayIIP
#melatihkemandirian
No comments:
Post a Comment