Bismillahirrahmanirrahiim....
Tantangan hari ketiga semakin meluas dan semakin seru nih Maasyaa Allah...
Abu Fajri tak banyak bicara, beliau lebih banyak mengungkapkan dengan action. Namun tanpa aku sadari beliau seringkali mengucapakan "aku percaya dan aku yakin kamu bisa, kamu mampu melakukan semua amanah yang dipecayakan sama kamu". Bagiku kata tersebut mewakili seluruh kata-kata lainnya. Menjadi energi suport yang melebihi apapun.
Aku sulung dari 2 bersaudara. Adik laki-laki satu-satunya yang juga tak banyak bicara (Apa emang laki-laki kebanyakan begitu ya haha), tak pernah rasanya adik kesayanganku itu mengatakan secara langsung bagaimana sih kakaknya dimata dia dan ketika aku coba tanya lewat telpon juga dia hanya menjawab ya gitu deh haha...aku coba mengingat obrolanku dengan adik ipar tempo hari, obrolan kami saat itu random sih, hanya saja saat itu iparku bilang "iya da teteh mah paling semanget kalo belajar tuh, kayanya semangetan keneh sakola daripada ngepel, sasapu, nyeuseuh". Begitulah kira-kira kalimat yang terlontar dari iparku. Intinya aku seneng banget kalo mempelajari suatu hal yang baru apalagi kalo sesuai dengan passionku.
Aku orangnya rame, easy going dan bisa jadi pendengar yang baik. Aku juga seneng nulis dan seneng berlagak jadi penyiar radio wkwkwk...Ya alhamdulillah disyukuri saja jika memang dimata teman-temanku termasuk orang yang ceria. Harapanku, semoga pancaran aura bahagia yang telihat menjadi penyemangat menghadapi hari-hari yang tentu tidak mudah. Sebanyak apapun masalah yang kita miliki, cukup habiskan curhat diatas sajadah saja. Insya Allah..
Anak laki-laki kesayangan semata wayangku kini beranjak usia baligh. Sudah menginjak tahun ketiga doi nyantri di sebuah pondok pesantren. Alhamdulillah setiap kali jadwal penjengukkan selalu kami sempatkan untuk hadir secara raga. Walau tinggi badannya sudah melebihi tinggi badanku dan postur tubuhnya sudah bisa mengangkat tubuhku yang notabene mungil ini, namun doi tak pernah malu ataupun sungkan memelukku, menciumiku bahkan gelendotan sekalipun didepan banyak orang. Sering aku tanya, "mamah tuh sosok seperti apa sih dimata kakak?". Doi cuma mesem dan langsung menciumiku seraya berucap, "pokoknya mamah itu the best, surganya kakak, segalanya buat kakak dan hadiah teristimewa yang kakak punya". Maasyaa Allah, ibu mana yang tidak meleleh coba dibisikin romantis kayak gitu. Maasyaa Allah Tabarakallah Walhamdulillah...Hadza Min Fadhli Robbi.
#bundasayang8

No comments:
Post a Comment