Sunday, March 26, 2023

Bunsay zona 1# Day 12

 Bismillahirrahmaanirrahiim...


Hari ini emosiku diajak roaler coaster. Tapi lebih banyak senangnya Alhamdulillah. Ya, adik iparku mellahirkan putrinya melalui operasi sesar. Betapa aku sebagai wawa nya yang hepiii banget banget akhirnya punya boneka idup yang bisa didandanin, dipitain, dikuncirin, dijilbabin dan diajak ootd dongs haha...sehepi itu.

Sebenarnya ini bukan ponakan perempuan pertama sih, cuma tetep aja sehepi ini kalo liat baby atau anak kecil perempuan. Mungkin karena aku sudah punya jagoan, jadi aku mendambakan sekali anak perempuan dari dulu.

'Ala kulli haaal...aha moment yang kudapatkan hari ini  bahwa benar adanya perjuangan seorang ibu untuk melahirkan anaknya sangatlah hebat baik itu yang melahirkan secara normal maupun sesar. Pantas saja jaminannya surga dan perjuangan mereka setara jihad fii sabilillah, Maasyaa Allah. Jadi tolong jangan lagi ada imej yang kurang berkenan bagi seorang ibu yang melahirkan secara sesar. Mereka tetap seorang perempuan hebat!! Apalagi, ternyata perjuangan dimulai pasca operasi dan aku menyaksikannya langsung. Adikku kesakitan pasca operasi, lebih tepatnya setelah pengaruh anestesi hilang, Maasyaa Allah aku tak tega melihatnya. 

Ditengah sakit yang konon adikku bilang melebihi mulas mau melahirkan normal, adikku juga harus berjuang untuk menggerakkan tubuhnya agak miring agar dedek bayi bisa minum asi walau sambil miring juga badannya. Dan aku harus memastikan jika hidung dedek bayi tidak tertutup sehingga jalan nafasnya tersumbat. Sementara adikku sambil mengASIhi, merintih kesakitan. Ya allah aku tak tega melihatnya.

Setelah kami sampaikan keluhan adikku itu pada perawat, atas rekomendasi dokter, adikku diberikan obat pereda nyeri melalui obat yang disuntikkan pada cairan infus, setelah obat sebelumnya yang ditempel di dada sebelah kanan (bentuknya seperti koyo) selama lima jam tak mempan meredakan sakit mulesnya adikku. Rasa sakit yang adikku rasakan tak cukup sampai disitu. Beberapa jam setelah pemberian obat, mulesnya reda, namun sakit kepala yang hebat bahkan membuat dia menangis dan mual menyerang. Aku panik, lalu kusampaikan pada perawat, tak lama, perawat menyuntikkan obat pereda sakit kepala dan mual melalui selang infusan. 

Sayang, aku tak bisa menemaninya lebih malam karena amanah lain di rumah sudah menunggu. Insya allah aku kunjungi lagi adikku besok. Semoga keadaannya sudah jauh lebih membaik serta dibolehkan untuk pulang ke rumah dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin Yaa mujibassailiin...



#tantanganzona1
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023 

No comments:

Post a Comment