Friday, November 16, 2018

MeningkatkanKecerdasan#Level3#Day9

Bismillahirrahmaanirrahiim...
.
Sabar adalah salah satu kunci dalam mendidik anak dan ini merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap orang tua. Jujur, saya masih belum bisa sabar dalam mendidik jagoan sholih. Apalagi jika pekerjaan yang harus segera diselesaikan semakin menumpuk baik itu pekerjaan di ranah domestik maupun publik. Tapi sesungguhnya semua berawal dari ketidak mampuanku memenej waktu dengan baik....ah...ampuni aku ya robbi...
.
Kembali lagi soal sabar, pantas saja pepatah mengatakan jika sabar dan ikhlas adalah ilmu tingkat tinggi!!dan itu terbukti pada saya yang se-muda ini (hahay)masih belum juga 'matang' ilmu sabarnya. Beberapa hari terakhir saya melanggar kesepakatan yang pernah saya dan fajri buat berkaitan dengan gadget. Kesepakatan kami adalah, Fajri diberikan time for gadget just two hours on the weekend, Saturday afternoon  and Sunday afternoon. Sebelum ini, fajri pernah melanggarnya dan semua berawal dari sifat permisif saya. Kali ini setiap pulang dari tempat saya mengajar, fajri selalu "minjam" Hp saya dengan alasan mau ngapalin shalawatan yang akan dia tampilkan malam sabtu nanti. Saya tak banyak fikir panjang, maka saya meminjamkannya hingga tak terasa waktu maghrib tiba, saya terlalu terlena bergelut dengan pekerjaan domestik yang berkejaran dengan waktu menulis soal-soal Ujian Akhir Semester yang harus segera disetor ke bagian Bank soal. hingga hari rabu kemarin kuota HP habis, Fajri merengek ingin segera diisi. Posisi kami saat itu sedang bertamu di rumah rekan kerjaku. Hingga konsentrasi saya untuk membicarakan hal penting agak tertanggu dengan rengekan fajri. Sampai akhirnya kuputuskan untuk pamit dan akan meneruskannya esok hari.
.
Namun disepanjang jalan, tidak biasanya Fajri terus merengek hingga sampai rumah kami. Saya mencoba untuk bertanya pada jagoan sholih dengan perlahan, namun tak berhasil, rengekannya malah semakin menjadi. Dalam keadaan lelah dan penat, emosi saya agak tersulut juga mengahadapi rengekan fajri. Setelah bersih-bersih diri dan sholat maghrib, saya mencoba melakukan komprod dengan fajri, kuusap punggung dan rambutnya, namun rengekan fajri masih tetap terdengar. Setelah dialog yang alot kesimpulannya adalah fajri kecewa karena kuota Hp saya habis sehingga dia tidak bisa mendengarkan shalawatan yang sedang ia hafalkan lirik, nada dan gerakannya.
.
"Tapi kan aa nggak perlu pakai merengek yang suaranya nggak jelas, pake nangis segala, mamah nggak ngerti jadinya". "lain kali bicarakan baik-baik dan juga aa kan udah besar, udah faham adab bertamu, yang aa lakukan tadi di rumah Bu tin itu nggak sesuai dengan adab bertamu loh".
.
"Kalo aa mau sabar, besok mamah isi lagi kuotanya tapi mamah mau kasih pilihan buat aa, apa mau uang jajan aa mamah kurangi 5000 selama 2 hari atau jatah gadget time aa nggak ada buat minggu ini?"
"loh, kenapa, mah?"
"Iya, kan aa menggunakan gadget bukan pada waktu yang seharusnya"
"ok deh jatah gadget time aja yang nggak ada"
"Siap bos"
.
Hmmm...kali ini emaknya ya yang harus terus meningkatkan kecerdasan emosionalnya hehe...


Kota Angin, 15112018


#Hari9
#Gamelevel3
#MeningkatkanKecerdasan
#KuliahBundaSayang
#InstitutIbuProfesional

No comments:

Post a Comment