Bismillahirrahmanirrahiim…
For things to change, I must change first…
Kata tersebut
yang kucoba untuk kutanamkan dan kusugestikan pada diriku sendiri terlebih
dahulu dalam usahaku menstimulasi kecerdasan finansial anak. Walau bukan hal
baru, menabung sudah kami tanamkan sejak anakku masuk usia sekolah. Dan
semenjak kami pindah rumah, aku mencoba “agak vulgar” memperlihatkan kumpulan
uang recehan dalam satu wadah. Agak malu juga sih ceritanya. Jadi gini…Bukan
karena tak ingin mempercantik sebuah celengan dari kaleng bekas kue lebaran#ngeles dot kom, tapi (actually) aku kok
masih diselimuti rasa takut ya ada yang menggondol tu celengan hahaha…padahal
jagoanku pernah bilang, "siapa yang mau nyuri mah, di rumah ini kan Cuma ada
mamah sama aa aja"…hehe#tepok jidat deeeh…
###
Gak
gitu juga deeh…misi utamanya sih aku pengen melatih kejujuran sang jagoan
sholih. Ingin menanmkan “khauf”, rasa takut dan selallu merasa diawasi Allah
sekalipun emaknya tidak melihat apa yang dia lakukan.
###
Naaah…jadi
di rumah aku menyediakan satu kaleng khusus untuk mengumpulkan uang receh sisa
belanja, sisa jajan atau hasil dapet nemu
di sekitar rumah (misal diatas meja, diatas mesin cuci or diatas kulkas)
langsung deh masukin k kaleng itu. Dan kaleng tersebut kami simpan di atas meja
rias emaknya hahaha…biar apa coba?? Yess, karena Cuma kamar emaknya yang steril
dari anggota rumah (papah, mamah dan jagoan sholih).
###
Yang
dijembreng di atas meja rias emaknya bukan Cuma kaleng isi recehan tapi juga
kotak isi uang kertas Rp. 1000 dan Rp. 2000. Kalo yang ini sih tujuannya biar mudah
ambil uang untuk ngasih babang parkir or kalo ada yang ngamen depan rumah.
Mungkin kami baru bisa membiasakan sampai di uang kertas Rp. 2000 untuk berbagi.
Insya allah kedepannya disiapin juga uang Rp.5000 bahkan lebih ya..hehe..
###
Jadi
dulu itu sebetulnya ketika awal nyimpen kaleng recehan, jagoan sholih tanya, "buat apa mah uang recehannya?" Aku jawab untuk babang parkir ato buat kalo ada
yang minta-minta/ ngamen. Eh doi bilang, "Mah masa ngasih ke pengemis Cuma
seribu?" Tweeewwww…Mata emak mrembes mili, malu emaaak…baiklah naak...
###
Nah…tas
merah itu uangnya jagoan sholih, kumpulan uang hasil menghafal perkalian dan
soal latihan matematika. Bukannya aku maksain Fajri untuk senang pada
matematika, tapi aku tahu mungkin memang Fajri tidak terlalu suka sama
matematika tapi kupikir kalo matematika dasar adalah bekal awal doi untuk bisa
ngitung uang kelak dikemudian hari. Maka untuk urusan penjumlahan, pengurangan,
perkalian dan pembagian sampai saat ini alhamdulillah kita sudah saling punya
komitmen, hafal 1 bagian perkalian dapet reward Rp.10.000,- berlaku juga untuk
soal latihan @1000,- / soal hehe..
###
#KuliahBunsayIIP
#Tatangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

No comments:
Post a Comment