Sunday, March 4, 2018

Day3#Level5

Bismillahirrahmanirrahim...
Bada Maghrib adalah waktu favorit bagi kami, karena di waktu tersebut kami dapat berkumpul berjamaah Maghrib, mengaji dan berbagi cerita terutama dengan adanya game level 5 ini Fajri semakin terpacu untuk "menagih" cerita ayah bundanya plus "setor" sebagai hasil membaca hari itu.


Sempat terjadi sedikit protes dari Fajri
"Udahlah mah, baca  mah baca aja nggak usah pake diceritain segala".
Saya menimpali, "loh, kalo cuma baca doangmah kan udah biasa, justru bedanya kali ini kita bisa saling tahu cerita apa aja yang udah mamah, papah dan aa baca buat ditulis di buah pohon itu", kataku seraya menunjuk pohon literasi yang tertempel tepat dihadapan kami.


Tak lama pak suami datang menghampiri kami, nanti setelah aa ngaji dan murojaah papah mau cerita apa yang sudah papah baca hari ini".


Selepas mengaji dan murojaah, Fajri menagih cerita papahnya, "ayo pah ceritain hasil baca papah"
"Okeh...hari ini papah baca berita tentang Moto GP yang sedang mengadakan tes pertandingan di negara Qatar".
Kemudian mengalirlah dialog asyik tentang acara favorit mereka.
.
Setelah ayahnya selesai mengalirkan hasil bacaannya, Fajri beralih menagih hasil membaca ku,
"Kalo mamah hari ini udah baca tentang pentingnya waktu bersama dalam keluarga kita agar keluarga tetap harmonis".
Lalu secara bersamaan saya dan pak suami menagih hasil bacaan Fajri.
"Hihi...aa belum baca benar-benar mah...masih kepotong-potong, aa selesaikan bacanya dulu ya, bada isya aa cerita deh..", katanya sambil nyengir.
"Okeh", jawab saya dan pak suami.
.
Bada isya sebagaimana janjinya, Fajri bercerita tentang hasil membacanya hari ini.
"Aa baca buku ini mah, pah, judulnya topi merah kesayangan", seraya menunjukan buku yang dia maksud. Dan mengalirlah ceritanya.
.
Alhamdulillah 'ala kulli haal..beberapa menit setelah Fajri selesai bercerita, dia meminta saya untuk menuliskannya dalam kertas berwarna sebagai buah pohon literasi kami dan menempelkannya sementara dia pamit untuk melanjutkan membaca buku faporitnya yang lain.


Begitulah Fajri, asal tumpukan buku faporitnya saja dekatkan--walaupun dengan konsekwensi ruangan agak berantakan-- namun tak apa, semua tak sebanding dengan nikmatnya melihat pemandangan betapa asyiknya Fajri memilah milih bacaan yang dia sukai saat itu sesuai mood nya atau mungkin dia, tanpa saya tahu, sedang punya hanca membaca.

#GameLevel5
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingsToChangeIMustChangeFirst

No comments:

Post a Comment